Hai Kamu Urang Purwakarta Tebaik!
Dilansir dari jabar.tribunnews.com, bahwa Peningkatan kasus infeksi Human Metapneumovirus (HMPV) yang ramai diberitakan awal tahun 2025 sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Meski demikian, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Eva Lystia Dewi, meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik berlebihan terkait isu ini.
Eva menjelaskan bahwa meskipun ada laporan lonjakan kasus HMPV di Tiongkok, Menteri Kesehatan RI telah membantah kebenaran informasi tersebut.
Pernyataan yang sama, kata dia, juga dikuatkan oleh pemerintah Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mengungkapkan bahwa kenaikan kasus flu biasa di negara beriklim dingin seperti Tiongkok adalah hal yang biasa terjadi pada musim dingin.
"HMPV bukan virus baru. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 2001 dan termasuk dalam keluarga Pneumoviridae," kata Eva saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Senin (20/1/2025) lalu.
Sebelum pandemi COVID-19, HMPV bahkan menjadi penyebab ketiga terbanyak infeksi saluran pernapasan setelah Respiratory Syncytial Virus (RSV) dan Influenza.
Gejala infeksi HMPV, kata Eva, umumnya ringan, meliputi batuk, demam, hidung tersumbat, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, hingga ruam kulit.
Namun, lanjut dia, pada kelompok rentan seperti balita di bawah 5 tahun, lansia di atas 65 tahun, serta individu dengan daya tahan tubuh lemah, virus ini bisa menyebabkan komplikasi serius seperti bronkitis atau pneumonia.
Ia menyebutkan, penularan HMPV terjadi melalui droplet dari individu yang terinfeksi, dengan masa inkubasi sekitar 3-6 hari.
Meskipun hingga saat ini belum ada vaksin atau obat antivirus khusus untuk HMPV, Eva menyatakan bahwa sebagian besar penderita dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu perawatan medis khusus.
Eva menambahkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta hingga kini tidak melaporkan adanya kasus HMPV di wilayah mereka, namun ia tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan menjaga kesehatan.
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan, ia mengatakan, antara lain segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika merasa sakit, beristirahat di rumah, dan menggunakan masker.
Selain itu, Eva mengatakan, bagi yang sehat, dianjurkan untuk mengenakan masker di tempat umum, mencuci tangan secara rutin, serta menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan menghindari stres.
"Hindari kerumunan jika memungkinkan, serta gunakan cairan antiseptik secara teratur."
"Langkah-langkah sederhana ini dapat melindungi diri dan orang lain dari infeksi saluran pernapasan, termasuk HMPV," kata Eva.
Ia menyebutkan, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum diverifikasi, dan selalu mengikuti arahan dari otoritas kesehatan setempat demi menjaga kesehatan bersama.
Bagaimana menurut KangBro & TehSist? Semoga cara sederhana ini bisa mencegah diri kita dari penyebaran virus HMPV ini ya.
Yuk Semangat!
Proud to be #urangpurwakarta
Sumber : jabar.tribunnews.com/Deanza Falevi
Ilustrasi : thedailybeast.com